5 Hal yang Berbeda dari Telepon Satelit dan Seluler

seluler-dan-telepon-satelit

5 Hal yang Berbeda dari Telepon Satelit dan Seluler

Perkembangan teknologi semakin membuat komunikasi manusia seolah tanpa batas. Bila dulu menggunakan telepon harus mengantre di telepon umum, kini semakin mudah dengan adanya telepon genggam.

Dulu telepon genggam biasanya dilengkapi dengan antena untuk menangkap sinyal. Sekarang bentuknya semakin ramping dan fiturnya juga beragam.

Namun, mungkin Anda pernah melihat telepon genggam yang masih menggunakan antena. Ya, itu adalah telepon satelit. Untuk lebih mengetahui perbedaan antara telepon seluler dengan telepon satelit, berikut ulasannya.

1. Peranti sinyal yang dipancarkan

Dari jenis pemancar sinyal, telepon seluler dan telepon satelit memiliki perbedaan mendasar. Telepon seluler dipancarkan melalui peranti Base Transceiver Station (BTS) berupa tower di permukaan tanah.

Cara kerja telepon seluler ialah sinyal dipancarkan melalui pemancar antar BTS yang terdekat. Jika dalam sebuah area terdapat tower pemancar dengan jumlah cukup dan merata, maka sinyal akan stabil.

Sebaliknya, jika Anda berada di daerah terpencil dengan jumlah BTS sedikit, bukan tidak mungkin sinyal menjadi tak stabil dan komunikasi terganggu.

Sedangkan untuk telepon satelit, tidak memerlukan tower BTS di permukaan tanah layaknya telepon seluler. BTS telepon satelit berada di angkasa yang mengorbit di atas permukaan bumi. Satelit luar angkasa inilah yang akan meneruskan panggilan dari satu telepon ke telepon lainnya.

2. Berdasarkan fungsinya

Sebenarnya, kedua telepon ini memiliki fungsi sama, yakni sebagai sarana komunikasi. Telepon seluler diperuntukkan bagi Anda dengan tingkat mobilitas tinggi yang membutuhkan akses cepat seperti internet.

Telepon seluler memang bisa diandalkan dalam menunjang pekerjaan. Namun, kemampuannya terbatas pada area BTS di permukaan tanah saja sehingga Anda tidak dapat menggunakannya di tempat dengan akses terbatas.

Beda halnya dengan telepon satelit yang dipancarkan lewat BTS di angkasa. Jangkauannya lebih luas dan bisa diandalkan dalam kondisi darurat sekali pun.

Tidak heran bila perusahaan besar dan badan negara seperti militer menggunakannya untuk berkomunikasi. Terlebih di tengah medan yang sulit dijangkau seperti di tengah lautan, hutan, dan daerah terpencil lainnya.

3. Dilihat dari segi harga

Bicara soal harga, terdapat selisih yang cukup besar antara keduanya. Telepon seluler cenderung lebih murah jika dibanding telepon satelit.

Mungkin Anda bisa mendapatkan telepon seluler dengan harga Rp2 jutaan saja dengan fasilitas tertentu, tapi dengan sinyal untuk berkomunikasi, menelpon, mengetik teks, dan menjelajah internet secara terbatas.

Sementara harga telepon satelit dibanderol mulai harga belasan juta rupiah bahkan hingga ratusan juta rupiah, tergantung spesifikasi dan kemampuannya.

4. Bentuk Desain

Sekarang beralih ke soal desain dari kedua telepon ini. Desain telepon seluler hanya satu, yakni berupa telepon genggam yang bisa dibawa ke mana saja dengan mudah.

Sedangkan, telepon satelit memiliki dua bentuk telepon, yakni telepon genggam dan telepon menetap. Untuk bentuk telepon genggam satelit tak jauh beda dengan telepon seluler.

Hanya saja dilengkapi antena pemancar canggih untuk memancarkan sinyal sekali pun berada di daerah pedalaman. Penggunaannya hanya bisa dilakukan di luar ruangan.

Telepon satelit menetap bentuknya mirip dengan telepon rumah pada umumnya dan digunakan di dalam ruangan, serta dilengkapi antena mirip parabola di atas bangunan di mana telepon satelit tersebut ditempatkan.

5. Kelebihan dan kekurangan masing-masing

Tentu kedua jenis telepon ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dimulai dari telepon seluler terlebih dahulu. Kelebihan telepon ini adalah bentuknya yang praktis dan efisien, mudah dibawa ke mana saja.

Dari segi harga, telepon seluler bersahabat dengan Anda. Dilengkapi pula dengan fitur untuk menjelajah internet agar bisa menunjang kinerja.

Kelemahannya adalah bentuk telepon seluler cenderung ringkih dan mudah rusak, terbakar, serta tidak tahan air maupun cuaca ekstrem. Sinyal yang diperoleh juga terbatas karena mengandalkan BTS di atas permukaan tanah.

Sedangkan, kelebihan telepon satelit adalah bisa diandalkan di mana saja dan kapan saja tanpa khawatir terkendala sinyal dan cuaca buruk.

Bentuknya kuat dan tahan lama karena tahan di segala kondisi medan. Sedangkan, kelemahannya adalah bentuknya terlalu besar dan peranti tambahan seperti antena terkadang terlalu rumit.

Harganya pun lebih cenderung mahal dibanding telepon seluler. Namun, harga mahal ini sebanding dengan kemampuannya.

Itulah beberapa perbedaan mendasar telepon seluler dan telepon satelit. Pilih ponsel yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Sumber : Cellular vs. Satellite: Understanding the Differences
______________

PT. Mega Sarana Satelit (MSS) adalah official partner Thuraya di Indonesia.  MSS berdedikasi dalam menyediakan solusi komunikasi terutama di lokasi yang terpencil atau sulit dijangkau seperti di daerah lepas pantai (offshore), pegunungan, hutan, bahkan udara (untuk penerbangan).  Bentuk solusi kami adalah penjualan teknologi komunikasi satelit antara lain modem internet satelit, hp satelit dan telepon satelit.  Hubungi kami jika ada pertanyaan seputar komunikasi melalui jaringan satelit.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *