7 Satelit yang Mengorbit di Langit Indonesia

Satelit yang Mengorbit di Langit Indonesia

7 Satelit yang Mengorbit di Langit Indonesia

Indonesia pertama kali mengorbitkan satelit pada 9 Juli 1976 dengan satelit Palapa A1. Indonesia sendiri merupakan negara pertama di Asia dan negara ketiga di dunia yang melakukan operasi Sistem Komunikasi Satelit Domestik (SKSD) dengan memanfaatkan Satelit GEO setelah Kanada dan Amerika Serikat.

Sejak saat itu, Indonesia terus mengorbitkan beberapa satelit. Penasaran satelit Indonesia apa saja yang masih mengorbit hingga kini? Berikut informasinya!

Telkom 3S

Satelit Indonesia terbaru ini diluncurkan pada tahun 2017 lalu, tepatnya tanggal 23 Februari. Peluncuran satelit Telkom 3S dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas jaringan komunikasi di Indonesia.

Di antaranya menyangkut hal siaran televisi berkualitas tinggi (High-Definition Television), komunikasi bisnis, layanan komunikasi seluler, broadband internet, hingga jaringan ATM.

Satelit ini diharapkan dapat terparkir penuh pada slot orbit 118 bujur timur, tepat di atas Pulau Kalimantan pada ketinggian sekitar 35.000 km dari bumi.

LAPAN A2

Pada September 2015 lalu, Indonesia juga meluncurkan satelit LAPAN A2. Satelit terbaru yang dirakit oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) ini diluncurkan dari Sriharikota, India dan merupakan penerus dari satelit LAPAN A1 atau LAPAN-TUBSat yang dibuat di Jerman.

LAPAN A2 sendiri dibuat untuk tiga misi, yaitu pemantauan kapal, komunikasi radio amatir, dan pengamatan bumi.

Untuk melaksanakan misinya, LAPAN A2 dilengkapi dengan muatan Automatic Identification System (AIS) dan Automatic Packet Reporting System (APRS).

LAPAN A3

LAPAN kembali meluncurkan satelit terbaru setelah sukses dengan LAPAN A2. Bersama dengan Institut Pertanian Bogor (ITB), LAPAN menggarap satelit generasi selanjutnya, yaitu LAPAN A3 yang peluncurannya juga dilakukan di Sriharikota, India pada 22 Juni 2016.

Tujuan peluncuran satelit yang digarap murni di dalam negeri ini adalah untuk membantu proses identifikasi kapal pencuri ikan.

Dalam upaya melaksanakan misi tersebut, LAPAN A3 yang memiliki bobot 115 kilogram ini mengusung resolusi multispektral (4-band) dan sebuah kamera digital.

BRISat

Tahun 2016 tidak hanya menjadi tahun peluncuran LAPAN A3, namun juga BRISat. Satelit yang diluncurkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini saat itu menjadi perusahaan bank pertama di dunia yang mengoperasikan dan meluncurkan satelit.

Diproduksi oleh Space Systems/Loral (SSL), Arianespace memfasilitasi peluncurannya melalui roket Ariane 5 ECA yang diluncurkan di Guiana Space Center, Guyana Prancis.

Mengorbit di slot orbit 150 bujur timur, satelit ini diklaim mempunyai masa hidup 15 tahun lebih untuk memenuhi kebutuhan operasional perbankan BRI.

Telkom 2

Telkom 2 merupakan satelit penerus Telkom 1 yang kemudian digantikan oleh satelit Telkom 3S yang diluncurkan Telkom Indonesia di Guyana Prancis.

Satelit yang dirakit oleh Orbital ATK Inc. dengan model GEOStar-2 ini diluncurkan pada 16 November 2005 lalu.

Dilengkapi dengan 24 C-Band transponder, satelit ini dapat menyediakan layanan TV, telepon, dan internet wilayah Indonesia, Asia Tenggara, dan Asia Selatan sekitar India.

Satelit yang diterbangkan menggunakan roket Ariane 5 ECA ini mengorbit di 118 bujur timur pada ketinggian 35.888 kilometer di atas bumi.

Indostar II

Satelit yang juga dikenal dengan nama Cakrawarta II ini diluncurkan oleh MNC Sky Vision setelah habis masa orbit satelit Indostar I.

Peluncuran satelit penerus ini dilakukan pada Mei 2009 di Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan. Boeing Setellite System asal Amerika Serikat merakit satelit tipe BS 601 HP ini selama sekitar dua puluh bulan.

Indostar II kemudian diterbangkan melalui roket Proton Breeze M produksi Khrunichev State Research and Production Space Center asal Rusia.

Membawa 22 transponder Ku-Band dan sepuluh transponder S-Band, satelit ini dapat memberikan jaringan penyiaran DTH (direct-to-home) yang kuat serta jasa telekomunikasi lain seperti internet broadband dengan cakupan wilayah Asia Pasifik.

Saat ini, satelit Indostar II dioperasikan oleh SES World Skies asal Belanda. Pasalnya, ProtoStar melepas peran operator lewat jalur lelang yang berimbas pada pergantian nama dari Indostar II menjadi SES-7.

Palapa D

Satelit Palapa D merupakan satelit komunikasi geostationer rakitan Thales Alenia Space yang dioperasikan oleh Indosat.

Menggunakan dasar platform tipe Spacebus-4000B3, satelit berbobot 4.100 kilogtam dan berdaya elektrik mencakup 6 kilowatt ini dibawa ke luar angkasa menggunakan roket Long March CZ-3B pada 31 Agustus 2009.

Sayangnya, beberapa jam setelah peluncuran, roket tersebut mengalami gangguan. Satelit Palapa D sempat keluar dari posisi orbit yang seharusnya (113 bujur timur) sehingga membuat umur satelit berkurang menjadi sepuluh tahun.

Itulah informasi mengenai tujuh satelit yang masih mengorbit hingga saat ini. Berbagai orbit tersebut memiliki kegunaannya masing-masing dan pastinya bermanfaat untuk Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat!

Sumber referensi : Daftar Satelit Indonesia yang Beroperasi dan Mengorbit Hingga Kini

______________

PT. Mega Sarana Satelit (MSS) adalah official partner Thuraya di Indonesia.  MSS berdedikasi dalam menyediakan solusi komunikasi terutama di lokasi yang terpencil atau sulit dijangkau seperti di daerah lepas pantai (offshore), pegunungan, hutan, bahkan udara (untuk penerbangan).  Bentuk solusi kami adalah penjualan teknologi komunikasi satelit antara lain modem internet satelit, hp satelit dan telepon satelit.  Hubungi kami jika ada pertanyaan seputar komunikasi melalui jaringan satelit.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *